Beberapa hari yang lalu, teman kerja siang-siang abis bertugas dateng ke tempat gw dengan membawakan sebuah minuman yang sepintas menyerupai aer kelapa. Usut punya usut nama minuman itu bernama Legen. Jujur seumur-umur belom pernah minum ini minuman, tau namanya aja baru kemaren pas dikasih. Rasanya sih sepet-sepet manis asem gak jelas, tapi entah mengapa ada rasa yg ngebuat ketagihan dari minuman ini.

Singkat cerita, pulanglah gw kerumah. Entah mengapa baru seumur-umur sore itu gak ngerasain lelahnya berkendara seperti biasanya. Gw ini orangnya super males, entah mengapa sore itu gw merasa gak capek kayak beruang musim dingin selese hibernasi. Tiba-tiba ini menjadi kerajinan dengan mengangkat beberapa batang pohon palem yang tumbang dan menyapu halaman dengan penuh semangat aman damai sentausa. (ibu gw pun sempet bingung, pertanda kiamat kah ini?) *lebay

Setelah sesorean bergelut dengan semut, tanah, dan daun-daun yang kering (entah mengapa kebun halaman rumah daun-daun pade berguguran, udah musim gugur atau emang musim panas yg berkepanjangan?) Cerita deh gw ama ibu gw kenapa kok gw menjadi manusia super dalam beberapa jam itu. Pertama sih yang gw ceritain adalah buah lontar (yg diyakini teman gw sebagai hasil saripati legen yg diberikannya siang hari tadi), tanpa banyak kata, ibu gw cuman bilang “loe minum air nya ya?”, lah kok bisa tau yah, dilanjutkan dengan kalimat yg membuat gw kayak kesamber geledek adalah “itu khan Tuak nya kuli-kuli buat nambah tenaga, sejenis minuman keras, dan biasanya dijual dibawah jembatan tol”. semakin gak bisa berkata-kata deh gw, karena masih belom 100% bisa nerima kata-kata tadi, gw search deh google dengan kata kunci “Legen Halal?”

Berikut kesimpulan menurut gw tentang “LEGEN” ini
1. Meskipun memiliki banyak manfaat, untuk mendapatkannya terkadang kita akan menemui banyak kesulitan ,kalau yang asli kalau botol penyimpanannya terkena hentarkan berkali-kali saat membawanya maka akan menguap dan tutup botol akan terlempar hal lain sifat legen yang akan berubah setelah sehari menjadi tuak dan akan memabukkan jika terjadi kesalahan dalam membeli dan menyimpannya. (Sumber Klik ini)
Nah, kita gak tau ini minuman udah berapa hari dibuatnya, bisa aja gak laku terus masih dijual (katanya khan makin lama makin sip jadi tuak. Klo iya yang gw minum tadi itu baru jadi sehari, klo udah berhari-hari? Jadi Tuak donk..)

2. Legen akan menjadi minuman yang menyegarkan sekaligus menyehatkan bila masih berusia 0 hingga 2 hari. Jika sudah lewat dari dua hari, maka legen akan berubah menjadi tuak muda yang akan memiliki kadar alkohol di bawah 2%. Semakin lama rentan waktu yang dilewati legen, maka semakin banyak pula kadar alkohol yang ada di dalamnya, yang artinya legen tersebut sudah menjadi tuak yang memabukkan. (sumber klik disini)
Nah lebih jelas lagi khan? bisa aja sih kita bilang, masih halal kok, khan gak memabukkan?  kata siapa? fatwa MUI tentang minuman keras itu adalah minuman yang mengandung ethanol (C2H5OH) minimal 1 % dan tergolong najis (fatwa klik ini). Walaupun gak memabukan yah, tapi apa kita mau menelan “najis”? bisa di analogikan kayak kita minum air kencing (jijik khan?).

Sebagai penutup, diluar Halal/Haram nya minuman “legen” yg gw minum kemarin (klo gw sih condongnya ke haram yah, takut ternyata kadar alkohol nya naik), hendaknya setelah kita tau sesuatu (tentang hukum Halal/Haram) agar lebih berhati-hati lagi. dan kemaren gw kurang berhati-hati rupanya (entah karena udara panas jadi langsung tenggak aja).  Mudah-mudahan dengan adanya kejadian kemarin itu hikmahnya gw jadi nambah ilmu lagi tentang makanan-minuman yang Halal/Haram. Dan mudah-mudahan air legen yang gw minum kemaren itu belom menjadi Tuak dan kadar alkoholnya lebih dari 1%.

*jujur klo bisa gw muntahin, gw muntahin itu legen (gw takut barang haram jadi daging di tubuh gw), tapi teringat pesan guru ngaji jaman gw kecil, selama yg kita belom tau atau ada yang memberikan pernyataan itu halal, anggaplah itu halal, andai belakang hari ternyata haram yah taubat minta ampun dengan tidak memakan atau meminum kedepan nya. 

Advertisement