
Kali ini gw akan menulis dengan topik yang agak berat dan sedikit serius. berdasarkan pengalaman dan dari cerita-cerita (baik keluarga, teman-teman, dan kisah siapa lah yang pernah gw denger). Seringkali kita tanpa sadar menyalahkan Tuhan, emang bener yah apa yang terjadi itu ‘salahnya’ Tuhan? jawaban bagi kebanyakan orang sih bisa iya, bisa enggak. Tapi mari sedikit kita renungin tujuan kita diciptakan. Kalau dari logika gw sih segala sesuatu itu (apapun itu bentuknya, baik yang bernyawa maupun yang gak bernyawa) pasti ada maksud dan tujuannya. Bahkan debu pun diciptakan karena ada fungsi dan tujuan (ngebuat orang bersin misalnya), cacing? klo dipikir dengan mendalam pasti kita nemuin beberapa hikmah kenapa makhluk yang ‘menggelikan’ itu mempunyai fungsi, ngegemburin tanah contohnya supaya subur dan tanaman bisa tumbuh.
manusia? kenapa manusia diciptain? buat sekedar menuh-menuhin bumi dan ngerusakin? itu mungkin salah satunya kalau kita mikirnya dalam sisi yg berbeda, lalu apakah ngerusakin itu fungsi? iyep mungkin tujuan dari ‘merusakan itu adalah biar bumi hancur? lalu Tuhan jahat donk ngancurin tempat kita tinggal? jahat sih enggak sih ya, mungkin itu buat nunjukkin bahwa gak ada yang abadi kecuali Dia, manusia sih cepet lambat pasti bakal enggak ada alias meninggal, begitupun bumi dan alam semesta, semua itu bakal ditiadakan dengan proses yang kita yakini dengan sebutan kiamat / armageddon / berakhirnya semua kehidupan, bahkan malaikat pencabut nyawa pun akan mencabut nyawa nya sendiri, yang masih ada cuman Tuhan, Dia yang abadi, yang awal juga akhir, tidak diciptakan, tidak beranak maupun diperanakan.
Masuk ke pertanyaan “kenapa ini semua terjadi, Tuhan kenapa tega bener ngasih ujian yang gak gw sanggupin..”. Hmm, kalo menurut gw sih gak mungkin ya anak SD dikasi ujian anak SMA, begitupun ujian Tuhan buat kita, Tuhan itu gak cuman sekedar “Guru” bagi kita. Tuhan itu maha baik loh! coba deh kalian hitung, banyakan mana nikmat yang dikasi ketimbang yang susah-susah? ada yang bilang “tapi gw gak punya ini, gak punya itu, jelas loe bisa bilang begini, karena loe punya ini dan itu, gw enggak!”.
oke, sekarang kita liat dengan sisi berbeda, gak semua yang namanya nikmat-nikmat itu dapat diukur dengan harta. yeah, harta kekayaan memang nyenengin dan bisa membeli ‘surga’ di dunia yang sementara ini. Pernah liat berapa banyak orang yang kita denger kekayaan nya melimpah tapi akhirnya kekayaan nya cuman abis buat dipakai berobat penyakitnya? pernah denger anak si keluarga kaya itu masuk penjara gara narkoba? pernah ngebayangin yang namanya Stephen Hawking ahli fisikawan peraih banyak penghargaan itu harus mengalami tetraplegia (kelumpuhan) karena sklerosis lateral amiotrofik? apa itu salah nya Tuhan?
Salah sih enggak, klo dengan izin Nya memang mungkin, tapi pernah melihat kenapa begitu banyak orang yang baik malah dikasih penderitaan dan yang jahat malah seneng-seneng dan bahagia? mungkin kita berfikirnya yah karena mereka yang jahat-jahat justru meng’halal’kan segala cara sehingga harta makin numpuk, atau bisa juga karena memang gak kenal Tuhan jadi gak tau mana halal, mana haram. dan sebaliknya mereka yang baik akan menjadi lebih berhati-hati, mereka yang percaya Tuhan itu ada, dan mengawasi setiap gerak-gerik bahkan gerutu dalam hati pun Dia tau, akan menjadi lebih berfikir dan tidak mau bertindak maupun berkelakuan seenaknya. Kebanyakan mereka yang baik akan berfikir, “gak papa gw gak kaya raya, yang penting hidup serba kecukupan dan masih diberikan kesehatan. daripada ngerjain yang dilarang dan ngebuat Tuhan murka”. Mungkin bahasa gw “yang jahat kaya raya entar klo sakit yang ngobatin Harta nya, yang miskin dan baik klo sakit yang ngobatin Tuhan”. tapi tolong digaris bawahi yah, gak semua yang kaya raya itu jahat, bahkan banyak mereka yang kaya itu dicintai Tuhan karena infak sedekahnya baik, walaupun Tuhan lebih mencintai si fakir yang bertakwa.
Tuhan gak pernah salah, andaikan menurut kita Dia salah, itu adalah HAK SANG PENCIPTA mau ngapa-ngapain ciptaan nya, hanya saja, percaya deh Tuhan itu maha baik, Dia sebenernya cuman pengen liat siapa-siapa saja mahkluknya yang pantas dimasukin ke surga Nya yang indah lagi kekal.

Sedikit cerita tentang mereka yang percaya dan yang gak percaya Tuhan, juga adanya kehidupan setelah kematian dengan tujuan akhir masuk surga atau neraka. klo bener entar setelah kematian datang ternyata Surga dan Neraka itu gak ada, mereka yang atheis dan gak percaya Tuhan mungkin hanya puas didunia karena sudah bersenang-senang dan gak usah capek-capek beribadah kepada Tuhan, tapi mereka yang percaya Tuhan juga gak rugi kok, mereka tetep nikmat dan enjoy-enjoy aja jalanin idup dan mendapat ketenangan jiwa dengan ibadah.
TAPI klo ternyata Tuhan itu ada, dan Surga-Neraka itu ada, mereka yang percaya tentu akan untung karena sudah beribadah memujiNya, dan akan menjalani kehidupan setelah kematian dengan senang hati dan kelak menikmati SurgaNya, lalu bagi mereka yang gak percaya akan adanya Tuhan akan rugi deh, udah seneng-seneng didunia gak jalanin ibadah perintahNya dan mungkin juga sudah ngelakuin apa yang dilarangNya, terus? silahkan mikir sendiri deh kemana tempat kembalinya kelak. simple khan?
العصر
Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi.
Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.
(Q.S Al-Ashr : 1-3)
_____________________________________________________________________
Terakhir, mengutip sebuah ungkapan
“dunia ini penjara bagi orang yang beriman, mereka justru akan bebas dan menghirup udara sebenernya setelah mereka bebas dari dunia ini”.




Leave a comment
Comments feed for this article